loading...

Di India, Orangtua Siswa Selundupkan Contekan ke Dalam Kelas

loading...
Loading...
NEW DELHI - Mencontek adalah perbuatan yang diharamkan bagi pelajar di seluruh dunia. Namun, bagaimana jika orangtua murid yang memberi fasilitas mencontek untuk anak-anaknya yang menjalani ujian sekolah?

Itulah yang terjadi di distrik Hajipur, Bihar, India. Dalam sebuah rekaman video terlihat orang-orang yang diduga kerabat, keluarga dan teman para siswa sebuah sekolah menengah rela memanjat dinding sekolah untuk menyelundupkan bahan contekan ke dalam kelas.

Hingga 24 Maret mendatang sekitar 1,4 juta siswa di Bihar, India mengikuti ujian. Mencontek adalah hal biasa di kawasan ini sehingga pihak sekolah memberlakukan penjagaan ketat terhadap mereka yang mengikuti ujian.

Namun, ketatnya penjagaan tak mengurangi cara para siswa dan kerabatnya untuk menyelundupkan contekan ke dalam kelas.

Biasanya, kerabat para siswa yang mengikuti ujian itu menyewa para "penasihat" yang sudah mendapatkan bocoran soal ujian. Mereka kemudian mempersiapkan jawaban ujian yang nantinya akan diselundupkan ke dalam kelas dengan berbagai cara, termasuk memanjat dinding sekolah.

Kondisi seperti ini tentu saja memusingkan pemerintah negara bagian Bihar yang telah mengusahakan berbagai cara untuk menekan kebiasaan mencontek.


"Apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menghentikan kebiasaan mencontek jika para orangtua dan kerabat siswa tak mau bekerja sama? Apa pemerintah harus menembak mereka?" kata Menteri Pendidikan Bihar, PK Shahi kepada harian The Times of India.

Pemerintah bahkan sudah menjatuhkan hukuman tegas kepada para siswa yang ketahuan mencontek dalam ujian. Bahkan sudah lebih dari 400 orang siswa dikeluarkan dari sekolah akibat ketahuan mencontek.

Namun, nyatanya segala upaya itu tak mengurangi kegiatan mencontek yang dilakukan para siswa yang dibantu keluarga dan kerabat mereka.

Sumber: KOMPAS
loading...

0 Response to "Di India, Orangtua Siswa Selundupkan Contekan ke Dalam Kelas"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung di Pustaka Pandani
Silahkan komentar anda,


Salam

Irfan Dani, S. Pd.Gr

Loading...