Loading...

Sudah Lima Peserta SM3T Tewas Tenggelam

Lima peserta Program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, tewas tenggelam.
JAKARTA – Program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) kembali memakan korban. Mohammad Isnaeni, peserta asal Universitas Negeri Surabaya (Unesa), merupakan korban kelima yang tewas dalam program pengabdian di bidang pendidikan, yang diselenggarakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) sejak 2011.

“Tantangan terberat program ini memang faktor keganasan alam,” kata Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenristek Dikti, Agus Susilohadi, kepada SH, Minggu (29/3) malam.

Agus mengatakan, seperti halnya Isnaeni, keempat korban sebelumnya juga gugur karena tenggelam. Korban pertama adalah dua peserta angkatan pertama SM3T, yang mengabdi di kawasan Amfoang Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 2011. Korban kedua adalah dua peserta SM3T angkatan kedua, yang mengabdi di kawasan Simpang Jernih, Aceh Timur, pada 2012. Isnaeni adalah angkatan keempat yang gugur setelah setahun sebelumnya.

“Tidak ada korban pada SM3T angkatan ketiga. Kami berharap Isnaeni adalah korban terakhir,” ujar Agus.

Selain faktor alam, tantangan terberat peserta SM3T adalah wabah penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan konflik antarsuku atau antaraparat. Beruntung para peserta selamat dari penyakit dan konflik tersebut.

Asuransi Sebelum Bertugas
Agus mengatakan, para peserta SM3T umumnya mengabdi sebagai pendidik selama setahun di kawasan 3T. Menurut Agus, angkatan empat baru akan ditarik dari lokasi pengabdian mereka pada September atau Oktober, untuk digantikan angkatan kelima.

Selama ini, para peserta mendapat asuransi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemenristek Dikti. Menurut Agus, Dirjen Dikti telah mengkaver asuransi kesehatan dan asuransi jiwa (Bumida) semua peserta SM3T sebelum mereka bertugas.

“Sejak sebelum berangkat, urusan administrasi asuransi sudah beres, diurus secara kolektif,” ujar Agus.

Dalam rilis, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenristek Dikti, Supriadi Rustad menyatakan, Mohammad Isnaeni mengalami kecelakaan pada Selasa (24/3), dini hari. Kecelakaan terjadi saat perahu motor yang membawa 10 penumpang, termasuk Isnaeni, dari Desa Luang Barat—yang berbatasan dengan Australia dan Timor Leste—ke Tiakur, terseret arus besar dan tenggelam.

Setelah memasuki pencarian hari ketiga, Kepala badan Penanggulangan Bencana daerah Kabupaten Maluku Barat dan dua tim kecil dari Unesa berhasil menemukan jenazah Isnaeni di tengah laut, Kamis (26/3). Tujuh penumpang lain selamat, termasuk Renzy Dea Anggraeni, peserta SM3T lain, yang sedang dalam perawatan di RS Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Mohammad Isnaeni lahir di Jember, Jawa Timur, 25 Maret 1988. Peserta SM3T Angkatan IV yang sudah bertugas di MBD sejak Oktober 2014 ini beralamat di Jalan Puger 157, Dusun Krajan Lor, RT 03/01 Balungkulon, Balung, Jember.

Sumber: sinarharapan
   
loading...
Loading...
loading...

0 Response to "Sudah Lima Peserta SM3T Tewas Tenggelam"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung di Pustaka Pandani
Silahkan komentar anda,


Salam

Irfan Dani, S. Pd.Gr

-