Loading...

Begal Mobil Sumbar Dihadiahi Timah Panas Oleh Polisi

Polisi sepertinya “mengimbangi” ulah bandit-bandit jalanan yang belakangan populer dengan sebutan begal. Korps baju cokelat itu kini tak sungkan menembak pelaku pembegalan yang diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku lain yang hendak beraksi di Sumbar.

DHARMASRAYA -
Dua dari empat pelaku begal mobil ditangkap jajaran Satres­krim Polres Dharmasraya, Kamis (19/3), di Kubang Pan­jang Pulau Punjung. Kedua pelaku begal berhasil dicokok petugas setelah setelah dilum­puhkan dengan timah panas. Sedangkan dua pelaku lainnya melarikan diri.

Kapolres Dharmasraya AKBP Bondan Witjaksono, SH,SIK,MM melalui Kasat Reskrim AKP Lazuardi yang ditanya Haluan men­jelaskan, awalnya jajaran Polres Dharmasraya men­dapat informasi bahwa ada kejadian perampasan mo­bil cold diesel dump truk BM 8789 KB, dengan lokasi Talang Babungo Ala­han Panjang, sekitar pukul 06.00 WIB.

Dijelaskannya, pelaku sebanyak empat orang merampas kendaraan tersebut, kemudian korban dibawa pelaku dengan mobil Avanza, se­dang­kan dua gembong lainnya mem­bawa mobil hasil curiannya. Ke­mudian pelaku membuang korban di Payung Sekaki. Kendaraan hasil rampasannya dibawa kabur beriring-iringan dengan mobil yang di­gunakannya untuk beroperasi yaitu mobil Avanza BA 1754 QA.

Setelah mendapat informasi bahwa pelaku sudah masuk wilayah hukum Polres Sijunjung dan menuju Dharmasraya, jajaran Polres Dhar­masraya bersiap-siap bersama jaja­ran Polres Sijunjung. Setelah sasaran sesuai dengan informasi melintas, maka dilakukan pengejaran pada sekitar pukul 11.30 WIB dan petu­gas tersebut berhasil menangkap dua dari empat pelaku.

Kedua pelaku yang tertangkap tadi dilumpuhkan dengan dua kali tembakan. Mereka, Dori Saputra (35) asal Rimbo Surian Solok Selatan dan Ali Imran (35) asal Limau Manih Padang dibawa ke RSUD Sungai Dareh untuk menge­luarkan timah panas dari kakinya. Ketika kedua pelaku berada di RSUD, masyarakat sekitar berjubel memadati halaman RSUD ingin mengetahui siapa orangnya.

“Untuk saat ini akan dilakukan penyelidikan dan pengembangan apa­kah pelaku terkait dengan gem­bong pencurian mobil yang sudah terjadi sebelum ini,”tutupnya.

1,5 Bulan, 23 TKP

Sementara itu, dua bandit lintas Sumatera yang diproses jajaran Polres Solok Kota ternyata pemain lama yang kerap beraksi di empat provinsi di Sumatera, satu di an­taranya meru­pakan residivis di Kota Batam.

Seperti diberitakan Haluan (19/3) kemarin, Ronal dan Ikhsan merupakan dua pelaku pencurian spesialis pencongkel jok motor yang babak belur dihajar massa karena kedapatan beraksi menggondol uang korban Rosmita, 47, warga Jorong Kubang Gajah, Nagari Singkarak sebesar Rp2,8 juta. Uang itu disim­pan dalam jok sepeda motornya. Peristiwa ini pada siang hari di depan kedai pasar Singkarak.

Penyidik menduga, Ronal (35) Warga Nagari Gantungciri, Keca­matan Kubung, merupakan bandit yang punya jaringan lintas provinsi. Sementara Ikhsan Rahmad, 23, warga Pauhkamba, Pariaman sudah beraksi di 23 tempat dalam kurun waktu waktu 1,5 bulan. Berarti sekali da­lam dua hari melakukan kejahatan.

Selain di Solok, untuk wilayah Sumbar, kedua pelaku mengaku pernah beraksi di Sawahlunto, Pariaman, Dharmasraya dan Bukit­tinggi. Selain itu, Ronal juga pernah beraksi di Jambi dan Pekanbaru. Untuk kawasan Solok, setidaknya kedua pelaku pernah beraksi dengan modus sama di enam TKP. Masing-masing di Tanah Ga­ram, depan kantor Balai Kota, depan Bank Mandiri Kota Solok, kawasan Sawah Sianik dan di Singkarak.

Selama beraksi di Sumbar, pela­ku mengaku sudah mendapatkan berbagai macam milik korbannya. Mulai dari uang, perhiasan emas dan handphone. Bahkan, handphone tersangka Ronal yang disita petugas, juga berasal dari barang pencurian. “Informasi itu dari pengakuan kedua pelaku. Jumlah TKP itu baru yang diingat, belum yang lainnya,” kata Kasat Reskrim Polres Solok Kota AKP Rona Tambunan bersama Wa­kapolres Solok Kota Kompol Norf­riadi Zein, di Mapolres ke­marin.


Rona Tambunan mengatakan, kedua pelaku juga mengaku beraksi di sembarang tempat. Misalnya, jika pelaku ingin pergi ke Jambi, berhenti sebentar di Sawahlunto, mereka beraksi dulu di sana sebelum melanjutkan perjalanan. “Tersangka Ronal ini juga mengaku pernah dipenjara di Batam. Tapi, dia ber­dalih, kalau dipenjara karena kasus perkelahian,” jelas Rona.

Terkait itu, tambah Rona sesuai instruksi Kapolres Solok Kota AKBP Guntur Hindarsyah, pihak­nya akan terus melakukan pengem­bangan penyelidikan kasus tersebut. Sebab, dari pemeriksaan sementara, penyidik menduga, ma­ling ini cukup profesional dalam beraksi. “Dugaan sementara, pelaku maling jok motor ini punya jaringan di masing-masing daerah,” kata Rona.

Sumber: Haluan
   
loading...
Loading...
loading...

0 Response to "Begal Mobil Sumbar Dihadiahi Timah Panas Oleh Polisi"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung di Pustaka Pandani
Silahkan komentar anda,


Salam

Irfan Dani, S. Pd.Gr

-