Loading...

Ganggu pengunjung. Badut Jam Gadang Akan Segera Ditertibkan

   
Mendapat laporan mengenai ketidaknyamanan dan gangguan yang diterima sejumlah wartawan dan rombongan Pemkab Temanggung oleh badut-badut yang berada di Jam Gadang, Walikota Bukittinggi marah atas ulah badut-badut tersebut.

Walikota Bukittingi Ismet Amziz pun meminta maaf kepada atas kejadian tersebut. Bahkan ia berjanji akan segera melarang aktivitas badut-badut di Jam Gadang tersebut karena memang sudah meresahkan.

Kejadian ini sendiri berawal saat sejumlah jajaran Pemkab Temanggung, Jawa Tengah bersama dengan sejumlah wartawan melakukan Press Tour di Kota Bukittinggi.

Namun saat berfoto-foto di Jam Gadang, sejumlah badut-badut di lokasi tersebut tiba-tiba ikut berfoto lalu kemudian memaksa minta uang. Bahkan saat tidak diberi uang badut-badut tersebut mengumpat kepada rombongan tersebut.

Kesal dengan ulah para badut tersebut, permasalahan ini kemudian diangkat oleh para wartawan menjadi berita di Suaramerdeka.com dengan Judul: “Hati-hati Foto di Jam Gadang Bukit Tinggi Banyak Badut Memaksa Meminta Uang.

Ulah badut-badut di Jam Gadang tersebut memang sudah bukan hal baru. Melalui twitter infoSumbar sudah sejak lama banyak pengaduan dari wisatawan yang mengalami hal serupa.

Menurut Walikota Bukittinggi, Ismet Amziz, badut-badut di Jam Gadang tersebut keberadaannya memang tak pernah difasilitasi oleh Pemko, jadi bisa dikatakan keberadaan mereka adalah ilegal.

Hal yang mungkin juga membuat miris adalah sebagian besar mereka yang bekerja sebagai badut-badut tersebut adalah anak-anak di bawah umur. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi Pemko Bukittinggi.

Keberadaan para badut-badut di Jam Gadang tentu bisa saja dipertahankan, namun aktivitas mereka tentu jangan sampai mengganggu kenyamanan pengunjung apalagi dengan memaksa meminta sejumlah uang.

Sumber: infosumbar
   
   
loading...
Loading...
loading...

0 Response to "Ganggu pengunjung. Badut Jam Gadang Akan Segera Ditertibkan"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung di Pustaka Pandani
Silahkan komentar anda,


Salam

Irfan Dani, S. Pd.Gr