Loading...

ISI PTK: Meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui metode diskusi kelompok menggunakan bahan ajar di SMAN 1 Payakumbuh

   
Preview
Pengertian RPP menurut Soekartawi, dkk (1995: 2) adalah suatu ran-cangan yang disusun secara logis dan sistematis oleh guru untuk meningkatkan hasil pembelajaran. RPP tersebut terdiri dari tiga bagian utama, yaitu: (1) ran-cangan pengorganisasian buku siswa, (2) rancangan penyajian pembelajaran dan (3) rancangan evaluasi hasil pembelajaran (Soekartawi, dkk, 1995: 15).

Soekartawi, dkk (1995: 15) mengemukakan ada tiga langkah merancang RPP. Pertama, mengorganisasikan buku siswa. Pengorganisasian buku siswa ini dilakukan dengan memilih dan menetapkan buku siswa yang sesuai dan dapat mencapai tujuan pembelajaran dan sasaran belajar. Sasaran belajar ini merupakan gambaran kemampuan siswa (learning outcomes) yang bisa diamati dan diukur. Kedua, mengidentifikasi karakteristik siswa, kondisi dan lingkungan pembel-ajaran untuk dapat memilih dan menetapkan kegiatan belajar serta mengajar bagi siswa. Ketiga, menentukan kriteria untuk dapat mengamati, mengukur keterca-paian sasaran belajar, serta menentukan metode, cara dan alat yang tepat untuk melakukan pengamatan dan pengukuran sasaran belajar.

RPP yang dibuat guru mencakup tujuan pembelajaran, pokok bahasan apa yang akan diajarkan, metode pembelajaran, bahan pelajaran, alat peraga dan tek-nik evaluasi yang akan diberikan (Hamalik, 2004: 116). RPP ini merupakan kerangka kerja aktivitas guru dan murid-muridnya selama pembelajaran berlang-sung. Kaufman (1972 dalam Harjanto, 1997: 2) menjabarkan bahwa RPP merupa-kan suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan yang absah dan bernilai.

Menurut Kaufman (1972 dalam Harjanto, 1997: 2) RPP mencakup elemen-elemen:

1) Mengidentifikasikan dan mendokumentasikan kebutuhan.

2) Menentukan kebutuhan-kebutuhan yang perlu diprioritaskan.

3) Menspesifikasikan dengan rinci hasil yang dicapai dari tiap kebutuhan yang diprioritaskan.

4) Mengidentifikasikan persyaratan untuk mencapai tiap-tiap pilihan.

5) Mengurutkan hasil yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan, termasuk di dalamnya merinci keuntungan dan kerugian tiap strategi dan alat yang dipakai.

Henich. et. al. (1989 dalam Soekartawi, dkk, 1995: 4) berpendapat ada beberapa hal yang harus dipahami guru dalam merancang RPP antara lain: (1) analize (menganalisis karakteristik siswa), (2) state objectives (menentukan tujuan dan alasan pemilihan model pembelajaran tersebut), (3) select (memilih dan memodifikasi bahan yang digunakan dalam media atau dalam model pembel-ajaran tersebut, (4) utilize (menggunakan bahan yang sesuai untuk model pem-belajaran tersebut, (5) require (meminta siswa untuk merespons apakah model pembelajaran tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan) dan (6) evaluate (mengevaluasi apakah model pembelajaran yang dipilih sudah sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan).

Guru dalam merancang RPP harus memperhatikan kriteria-kriteria RPP yang baik. Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti (2006: 1) menjelaskan kriteria RPP yang baik dalam Instrumen Penilaian Kinerja Guru 1 (IPKG 1) sebagai berikut:

1) Perumusan indikator keberhasilan belajar, mencakup:

a) Kejelasan rumusan.

b) Kelengkapan cakupan rumusan indikator.

c) Kejelasan penjenjangan indikator (misalnya, dari sederhana ke kompleks).

d) Kesesuaian dengan kompetensi dasar.

e) Cakupan indikator (soft skill/generic skill).

2) Pemilihan materi pembelajaran, mencakup:

a) Kesesuaian dengan kompetensi yang akan dicapai.

b) Kesesuaian dengan karakteristik siswa.

c) Kesesuaian dengan tuntunan kecakapan hidup (life skill).

d) Kesesuaian dengan lingkungan masyarakat (sosial budaya).

3) Pengorganisasian materi pembelajaran, mencakup:

a) Keruntutan penataan materi.

b) Kejelasan kerangka/sistematika materi.

c) Penyiapan materi remedi dan pengayaan.

d) Kesesuaian materi dengan alokasi waktu.

4) Pemilihan sumber belajar/media pembelajaran, mencakup:

a) Kesesuaian dengan kompetensi yang ingin dicapai.

b) Kesesuaian dengan materi pembelajaran.

c) Kesesuaian dengan metode pembelajaran.

d) Kesesuaian dengan karakteristik siswa.

e) Kesesuaian dengan lingkungan masyarakat (kontekstual).

5) Skenario pembelajaran, mencakup:

a) Kelengkapan pentahapan pembelajaran (pembukaan, inti, penutup).

b) Kejelasan langkah-langkah pembelajaran untuk setiap tahap.

c) Kesesuaian alokasi waktu dengan tahapan pembelajaran.

d) Kesesuaian jenis kegiatan pembelajaran dengan kompetensi.

e) Pengakomodasian perbedaan individu.

6) Penilaian, mencakup:

a) Kesesuaian dengan kompetensi yang ingin dicapai.

b) Kejelasan prosedur penilaian (awal, proses, akhir, tindak lanjut).

c) Kelengkapan instrumen (soal, rubrik, kunci jawaban).

d) Kualitas instrumen.

e) Kesesuaian dengan karakteristik siswa.

f) Keberagaman teknik penilaian.

7) Penggunaan bahasa tulis, mencakup:

a) Ketepatan ejaan.

b) Ketepatan pilihan kata.

c) Kebakuan struktur kalimat.

Menurut Hidayat (1990 dalam Majid, 2006: 21), untuk mempersiapkan RPP, guru harus:

1) Menguasai bahan ajar.

2) Menyusun program pembelajaran.

3) Melaksanakan program pembelajaran.

4) Menilai program pembelajaran dan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Dengan berhasil menyusun RPP yang baik, guru akan memiliki peluang lebih besar untuk dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan sebaik-baiknya dan mampu mencapai tujuan yang diharapkan.


   
   
loading...
Loading...
loading...

0 Response to "ISI PTK: Meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui metode diskusi kelompok menggunakan bahan ajar di SMAN 1 Payakumbuh"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung di Pustaka Pandani
Silahkan komentar anda,


Salam

Irfan Dani, S. Pd.Gr