Loading...

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang Kecam Pengancaman Wartawan di Solok Selatan

   
PADANG - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Padang mengecam aksi pengancaman yang dialami Holy Adib, wartawan Harian Haluan di Solok Selatan, Sumatera Barat, pada Rabu pagi, 26 November 2014.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena bertepatan dengan pelaksanaan Kongres IX AJI yang dihadiri ratusan jurnalis dari berbagai media di Indonesia yang salah satunya mengangkat isu kekerasan terhadap jurnalis di Bukittinggi, Sumatera Barat pada, 27-29 November 2014.

Terkait hal itu, AJI Kota Padang menyatakan sikap mendesak aparat hukum di Solok Selatan untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam pengancaman dan memproses sesuai dengan UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers. Selain itu, AJI Padang juga mendesak perusahaan media tempat wartawan bekerja untuk memberikan perlindungan dan pendampingan hukum kepada wartawannya.

“Pengancaman ini jelas melanggar pasal 18 UU No.40 tahun 1999, yakni setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan menghambat dan menghalangi kegiatan jurnalis dalam mencari berita, dan menyebarluaskannya dipidana selama 2 tahun atau denda Rp500 juta, AJI Padang siap mendampingi korban,” kata Koordinator Divisi Advokasi AJI Padang, Gerson Merari Saleleubaja,Sabtu (29/11/2014).

Selain AJI, Ketua LBH Pers Padang Roni mengatakan, kasus ini harus diusut tuntas oleh kepolisian setempat untuk memberi pelajaran kepada pihak lain yang mencoba melakukan intimidasi terhadap kerja jurnalis.

“Jika wartawan tersebut meminta kita untuk mendampingi kita siap,” katanya.

Kronologi kejadian

Kejadian pengancaman berawal ketika harian Haluan, Sumatera Barat menerbitkan tulisan berjudul ‘Suami Masuk Penjara, Istri Berbuat Mesum’ pada Selasa, 25 November 2014.


Tidak terima perbuatannya diberitakan wartawan, Holy Adib, wartawan yang meliput kejadian tersebut didatangi oleh enam orang di kediamaannya di Kecamata Sangir pada Rabu pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Dua orang berhasil menerobos masuk rumahnya kemudian menyampaikan ancaman akan menyakiti si wartawan jika menulis kasus tersebut. Usai memaki keenam pengancam tersebut langsung kabur menaiki sebuah mobil.

Khawatir keselamatannya dirinya, Adib melaporkan kejadian tersebut ke Polres Solok Selatan pada Rabu pagi, 26 November 2014. Karena masih subuh ia terpaksa menginap di pos jaga polres tersebut.

“Saya trauma dengan kejadian tersebut sampai saat ini, saat orang bicara keras atau mengetuk pintu dengan keras, saya langsung was-was,” pungkasnya.


Sumber: Okezone
   
   
loading...
Loading...
loading...

0 Response to "Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang Kecam Pengancaman Wartawan di Solok Selatan"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung di Pustaka Pandani
Silahkan komentar anda,


Salam

Irfan Dani, S. Pd.Gr