Loading...

Dito Dwi Cahyo, Wisudawan terbaik UPI Ingin Ikut Program SM-3T

Dito Dwi Cahyo
Banggalah menjadi pendidik. Banggalah menjadi guru. Bangun dan raih prestasi bersama-sama seluruh anak negeri. Yakinlah, Indonesia akan menjadi bangsa yang gemilang di masa yang akan datang. Ingat sabda Nabi Muhammad saw, ”Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”Itulah ungkapan Dito Dwi Cahyo, wisudawan terbaik pada Acara Wisuda Gelombang III Tahun 2014, yang dilaksanakan Jumat dan Sabtu (19-20/12/2014), di Gedung Gymnasium UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Dito Dwi Cahyo adalah putra dari pasangan Sumardi (pegawai swasta) dan Sunarsih (pegawai Kelurahan). Adiknya bernama Yunda Ayuning Wulan. Jenjang pendidikan yang ditempuh yaitu SD Negeri 2 Tugu Selatan Bogor, SMP Negeri 1 Cisarua Bogor, SMK Negeri 2 Kota Bogor dan menempuh perkuliahan di Universitas Pendidikan Indonesia, Departemen Pendidikan Olah Raga, Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

Mengenal Kampus UPI bermula kejadian yang tidak disengaja. Saat itu, ia dan teman-nya berencana mengisi liburan. Maka, mereka memutuskan pergi ke Bandung menengok rekan saat SMK yang sedang berkuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di daerah Ciwaruga Bandung. Keesokan paginya, ia dan temannya memutuskan kembali ke Kota Bogor. Kebetulan, mereka melewati perempatan Setiabudhi

“Karena tidak mengetahui arah menuju Bogor, saya memutuskan belok kiri ke arah Lembang. Maka, saya melihat kampus tercinta ini berdiri di samping kiri jalan dengan kokohnya, mulai dari masjidnya yang besar, Gedung Putihnya yang megah (Isola) hingga sampai pada gerbang motor dekat terminal Ledeng,” ujar Dito.

Pada tahun 2010, ia mengikuti Seleksi Nasional Masuk PerguruanTinggi Negeri (SNMPTN) sebagai calon mahasiswa di UPI dengan pilihan Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Setelah mengikuti tes tulis di Kampus IPB Bogor dan tes praktik di UPI, ia diterima dan diwajibkan menyelesaikan proses registrasi.


Kenapa Dito bisa diterima di UPI? Bermula dari pertemuan yang tidak sengaja itu. Pertanyaan itu yang selalu muncul sesaat setelah membaca pengumuman di internet, bahwa dirinya dinyatakan lulus tes. Karena sebenarnya setelah lulus SMK, ia sempat bekerja di salah satu pabrik metal di Kota Bogor selama satu tahun.


“Inilah yang mengingatkan saya pada pepatah Man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Saya pun kembali membaca buku saat masa sekolah yang setelah satu tahun tidak pernah dibuka. Dalam waktu yang terbatas, saya kembali membaca dan berusaha memahami setiap materi yang ada pada buku. Dengan doa yang selalu dipanjatkan, Alhamdulillah saya dimudahkan dan dilancarkan mengerjakan tes tulis dan ujian praktik yang diberikan saat tes SNMPTN,” kata Dito selanjutnya.

Menjadi guru adalah cita-citanya. Karena menurut Dito, guru adalah profesi mulia. Cita-cita ini muncul ketika ia belajar di sekolah dasar, Ibu Nita dan Ibu Rani yang selalu dia ingat. Ia melihat, dua gurunya merupakan sosok guru yang begitu hangat, peduli pada siswanya, baik saat di ruang kelas maupun di luar kelas, baik saat di sekolah maupun di luar sekolah. Mereka dengan ikhlas dan sabar menyampaikan materi kepada muridnya

.

“Contoh para guru ini menyebabkan saya bercita-cita kuliah di UPI. Terlebih saat ini saya kagum pada sosok Anies Baswedan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, bagaimana beliau menginspirasi dengan segala prestasi yang telah diraih dan pidato beliau yang mengispirasi, beliau pernah mengatakan, ‘Mendidik adalah kewajiban setiap orang terdidik.’ kalimat ini juga yang memotivasi saya untuk menjadi pendidik,” ujar Dito.

Dia sangat bersyyukur atas karunia-Nya menjadi wisudawan terbaik Universitas Pendidikan Indonesia pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan pada wisuda gelombang 3 tahun 2014 ini. Dito mengaku tidak pernah menyangka dengan yang ia dapatkan saat ini. Ketika mendapat pertanyaan apa kiat belajar selama kuliah agar mendapatkan nilai kuliah yang baik, Dito menjawab, “Untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik, maka kita harus berusaha lebih keras dari yang lain. Kalimat ini pula yang memotivasi saya agar selalu berusaha lebih keras, saat teman kita tidur atau melakukan hal yang kurang produktif lainnya.”


Ia berusaha mengisi waktunya dengan membaca buku serta bertukar pikiran dengan teman maupun senior terkait materi kuliah yang sulit dipahami. Ia sering menasihati teman-teman dalam memulai sesuatu harus “Laksanakan, maksimalkan, pasrahkan kepada AllahSWT.”

Menurut dia, UPI memberikan kesempatan yang luas kepada seluruh mahasiswa untuk mengeksplor kemampuan dirinya di luar bidang keilmuan yang ditekuni. Maka, Dito mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa Aquatik Bumi Siliwangi (UKM Aquatik BS UPI), yaitu wadah bagi mahasiswa UPI untuk menyalurkan hobinya pada kegiatan renang. Bersyukur bahwa UPI memiliki kolam renang bestandar internasional, sehingga selama ia menjadi anggota, lalu wakil ketua, serta pada tingkat akhir masa kuliah menjadi dewan penasihat, UKM Aquatik UPI dapat menyelengagrakan kegiatan Kejuaraan Renang Rektor UPI Cup, yaitu kejuaraan renang antar pelajar se-Jawa Barat dan Kejuaraan Renang Invitasi Renang Bumi Siliwangi (INVARBUMSIL) yaitu kejuaraan renang antar perkumpulan se-Jawa Barat yang saat ini telah menjadi agenda tahunan UKM Aquatik BS UPI dan terdaftar pada agenda kejuaraan renang Persatuan Renang Seluruh Indonesia Jawa Barat.


Selain aktif pada UKM Aquatik BS UPI, Dito pun aktif pada Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (HMP PJKR FPOK). Ia menjadi pengurus pada tingkat kedua masa kuliah, menjadi Anggota Bidang Pendidikan, dan pada tingkat tiga ia menjadi Ketua Bidang Pendidikan HMP PJKR FPOK UPI.

“Banyak pengalaman yang diperoleh selama menjadi pengurus di HMP PJKR FPOK. Salah satu acara yang dilaksanakan yaituGathering and Solidarity Day’s, yaitu kegiatan pengenalan mahasiswa baru kepada lingkungan kampus serta dinamika yang terdapat di dalamnya. Kegiatan ini pun memililki agenda bakti sosial, yaitu memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar kampus yang membutuhkan,” ujar Dito.

Di samping menjadi pengurus di kedua organisasi tersebut, ia bersama-sama teman sekelas bergiat di PJKR-D angkatan 2010, yaitu mengadakan kegiatan bakti sosial kepada masyarakat di sekitar kampus UPI. Terakhir, mereka mengadakan bakti sosial kepada salah satu panti asuhan di daerah Sukajadi Bandung. Kegiatan yang mereka lakukan bukan tanpa dasar. Kegiatan ini mengacu kepada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Pada Masyarakat. Kegiatan ini pula yang menyadarkan mereka bahwa apalah arti pendidikan tinggi, apalah arti gelar yang disandang tanpa manfaat untuk masyarakat.


“Dengan berbagai kegiatan yang saya lakukan selama kuliah, memang tidak jarang saya harus berangkat pagi hari dan pulang pada malam hari. Namun dengan memaksimalkan setiap waktu yang ada untuk belajar dan mengerjakan tugas, Alhamdulillah semuanya dapat dijalani dengan baik,” kata Dito.

Dia juga ingin menyampaikan kepada seluruh mahasiswa, bahwa berorganisasi, baik di dalam dan di luar kampus tidak sepenuhnya mengganggu proses perkuliahan. Selama ini menjadi kekhawatiran mahasiswa bahwa proses perkuliaha akan terganggu dan mendapatkan nilai yang buruk apabila mereka aktif melakukan kegiatan non akademik.

“Tapi sebaliknya, dengan kita berorganisasi, kita mampu meningkatkan kemampuan kognitif kita, mengetahui bagaimana cara mempersiapkan sebuah kegiatan, mengetahui bagaimana sebuah roda organisasi itu dapat berjalan. Selain itu, berorganisasi dapat meningkatkan kemampuan afektif (sikap dan sosial) kita, yaitu mengasah kemampuan berbicara, bagaimana bekerja sama, saling menghargai, menghormati, toleransi antar pengurus, serta kecakapan lainny. Dengan berorganisasi, kemampuan psikomotor kita berkembang, mulai dengan mengikuti kegiatan olahraga dalam kampus, serta menjadi wakil dari tiap organisasinya pada kegiatan diluar kampus,” kata Dito.

Prestasi Olah raga
Berbicara tentang prestasi yang diraih selama kuliah, Dito adalah pemenang pertandingan cabang olaharag Rugby, yaitu cabang olahraga baru pada kegiatan Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat 2014. Ia pernah menjadi juri renang pada kegiatan yang sama di Kabupaten Bekasi. Dito mengaku bangga menjadi team official, manager, maupun suporter sehingga mampu mengantarkan UKM Aquatik BS UPI menjadi juara 2 pada kejuaraan renang Liga Mahasiswa 2013 di Jakarta; juara umum kejuaraan renang di IRAPTSI ITB 2014 di Bandung, serta menjadi Juara Umum di kejuaraan renang liga Mahasiswa 2014 di Bandung.

Hidup selalu dinamis. Begitu pun dengan cita-cita. Saat sekolah memimpikan menjadi guru, namun saat kuliah ia ingin menjadi dosen. Setelah melihat Program Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM3T) atau Indonesia Mengajar, yaitu program mengajar di daerah selama satu tahun, Dito ingin berkontribusi pada program tersebut. Karena masih banyak siswa di pelosok Indonesia ini yang belum beruntung. Setelah itu mengikuti SM3T, ia berharap dapat melanjutkan kuliah ke S2, dan dapat menebar manfaat dan inspirasi pada mahasiswa saya kelak. Aamiin.

Sumber: Berita Upi


Lazada Indonesia
   
loading...
Loading...
loading...

0 Response to "Dito Dwi Cahyo, Wisudawan terbaik UPI Ingin Ikut Program SM-3T"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung di Pustaka Pandani
Silahkan komentar anda,


Salam

Irfan Dani, S. Pd.Gr

-