Loading...


PENGUMUMAN: Terhitung sejak tanggal 2 April 2016, pustaka.pandani.web.id tidak lagi kami update! kerena seluruh update terbaru kami dialihkan kesitus pak.pandani.web.id. Harap dimakulumi.

Irjen Dikti Berharap Guru Daerah Tertinggal Tak Mudah Mengeluh

   
Jakarta - Sebanyak 1.500 sarjana pendidikan dari sejumlah universitas negeri berkumpul di Hotel Bidakara mengikuti acara Gebyar Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia (MBMI). Mereka akan ditempatkan di daerah-daerah terpencil sebagai tenaga guru.

Irjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Joko Santoso berharap mereka menjadi guru-guru yang handal dan tak mudah mengeluh. Karena sudah ditempa untuk mengajar di daerah Terpencil, Terluar, Tertinggal (SM3T).

"Kita inginkan guru-guru profesional, handal, baik. Guru yang baik adalah guru keluaran dari SM3T. Yang hadir ini kita harapkan mereka jadi guru yang tidak pernah mengeluh," kata Joko dalam sambutannya di acara Seminar nasional pendidikan, kebangkitan pendidikan daerah tertinggal di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Selain untuk pembentukan karakter guru, penempatan sarjana pendidikan di daerah-daerah terpencil juga sekaligus diharapkan dapat mengangkat wilayah-wilayah tersebut. Program itu merupakan bentuk normalisasi atau pembenahan mutu pendidikan. Para peserta SM3T dapat menjadi pahlawan dari program afirmasi tersebut.

"Pendidikan guru mekanismenya akan diatur oleh para rektor dan bisa bekerja kembali," ucap Joko.

Acara Gebyar MBMI merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas pengabdian para sarjana pendidikan di daerah 3T melalui kemasan program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) yang merupakan rintisan program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia.

Wakil Presiden Boediono direncanakan akan membuka secara langsung acara Gelar MBMI, tepatnya pada Kamis 18 September 2014 di Birawa Ballroom, Hotel Bumi Karsa Bidakara, Jakarta.

Lebih dari 1.500 tamu undangan hadir mulai dari peserta SM3T, PPG, PPGT, dan PPG SMK Kolaboratif serta beberapa Menteri Kabinet Pembangunan II terkait dan pimpinan di lingkungan Kemendikbud. Para pimpinan dari beberapa Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) seperti Rektor, Pembantu Rektor, dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKPI) juga dipastikan akan hadir.

Gebyar MBMI 2014 ini sekaligus menjadi momen untuk menjalin silaturahmi antara pihak Kemendikbud dan lembaga pendidikan di perguruan tinggi dengan para sarjana pendidikan yang telah selesai mengabdi di daerah. Untuk menambah pengetahuan para calon guru, Kemendikbud juga telah menyiapkan seminar pendidikan. Malam keakraban para pengabdi pendidikan ini akan menjadi puncak dari acara Gebyar MBMI.

Irjen Dikti Berharap Guru Daerah Tertinggal Tak Mudah Mengeluh
Sebanyak 1.500 sarjana pendidikan dari sejumlah universitas negeri berkumpul di Hotel Bidakara mengikuti acara Gebyar Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia (MBMI). Mereka akan ditempatkan di daerah-daerah terpencil sebagai tenaga guru.

Irjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Joko Santoso berharap mereka menjadi guru-guru yang handal dan tak mudah mengeluh. Karena sudah ditempa untuk mengajar di daerah Terpencil, Terluar, Tertinggal (SM3T).

"Kita inginkan guru-guru profesional, handal, baik. Guru yang baik adalah guru keluaran dari SM3T. Yang hadir ini kita harapkan mereka jadi guru yang tidak pernah mengeluh," kata Joko dalam sambutannya di acara Seminar nasional pendidikan, kebangkitan pendidikan daerah tertinggal di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Selain untuk pembentukan karakter guru, penempatan sarjana pendidikan di daerah-daerah terpencil juga sekaligus diharapkan dapat mengangkat wilayah-wilayah tersebut. Program itu merupakan bentuk normalisasi atau pembenahan mutu pendidikan. Para peserta SM3T dapat menjadi pahlawan dari program afirmasi tersebut.

"Pendidikan guru mekanismenya akan diatur oleh para rektor dan bisa bekerja kembali," ucap Joko.

Acara Gebyar MBMI merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas pengabdian para sarjana pendidikan di daerah 3T melalui kemasan program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) yang merupakan rintisan program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia.

Wakil Presiden Boediono direncanakan akan membuka secara langsung acara Gelar MBMI, tepatnya pada Kamis 18 September 2014 di Birawa Ballroom, Hotel Bumi Karsa Bidakara, Jakarta.

Lebih dari 1.500 tamu undangan hadir mulai dari peserta SM3T, PPG, PPGT, dan PPG SMK Kolaboratif serta beberapa Menteri Kabinet Pembangunan II terkait dan pimpinan di lingkungan Kemendikbud. Para pimpinan dari beberapa Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) seperti Rektor, Pembantu Rektor, dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKPI) juga dipastikan akan hadir.

Gebyar MBMI 2014 ini sekaligus menjadi momen untuk menjalin silaturahmi antara pihak Kemendikbud dan lembaga pendidikan di perguruan tinggi dengan para sarjana pendidikan yang telah selesai mengabdi di daerah. Untuk menambah pengetahuan para calon guru, Kemendikbud juga telah menyiapkan seminar pendidikan. Malam keakraban para pengabdi pendidikan ini akan menjadi puncak dari acara Gebyar MBMI.

Sumber: Liputan6
   
   
loading...
Loading...
loading...

0 Response to "Irjen Dikti Berharap Guru Daerah Tertinggal Tak Mudah Mengeluh"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung di Pustaka Pandani
Silahkan komentar anda,


Salam

Irfan Dani, S. Pd.Gr