Loading...


PENGUMUMAN: Terhitung sejak tanggal 2 April 2016, pustaka.pandani.web.id tidak lagi kami update! kerena seluruh update terbaru kami dialihkan kesitus pak.pandani.web.id. Harap dimakulumi.

Ibtidaurohma, Bangga Mengikuti Program SM-3T

   
Ibtidaurohma merupakan alumni program Sarjana Mengajar di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) angkatan pertama, dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ia bangga telah memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, dengan mengikuti program SM3T.



Jakarta, Kemdikbud --- Ibtidaurohma merupakan alumni program Sarjana Mengajar di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) angkatan pertama, dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ia bangga telah memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, dengan mengikuti program SM3T.

“Saya sangat bangga dan bersyukur sekali telah mengambil bagian dari program SM3T,” ungkap gadis kelahiran bulan Maret tahun 1989.

Ibtidaurohma menyampaikan kepada tim laman Kemdikbud pada acara ramah tamah para pengajar SM3T, di Jakarta, pada hari Kamis (18/09/2014), semangat belajar anak-anak di Desa Amfoang Timur Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat tinggi. Para pengajar SM3T sangat diterima dengan baik, dan mereka menganggap bahwa para pengajar dari Jawa adalah orang – orang hebat.


Ia sebagai pengajar bahasa Inggris di SMP Negeri I Amfoang Timur, menceritakan ketika itu Ibtidaurohma merupakan pengajar bahasa Inggris pertama di sekolah tersebut. Walaupun para siswa belum mengenal bahasa Inggris, ia mengupayakan dengan menggunakan metode cemerlang untuk mengajar.

Ibtidaurohma menerapkan metode pembelajaran kamus. Ia meminta masing - masing siswa menuliskan kosa kata pada satu buku kecil. Dengan menuliskan kosa kata, ia mengharapkan para siswa dapat menghafalkan kosa kata tersebut. Tidak hanya metode kamus yang ia terapkan, tetapi juga metode belajar sambil bermain. Para siswa diajak untuk bercerita dengan menggunakan bahasa Inggris tentang cara-cara memasak, seperti cara membuat telur dadar, cara memasak mie, cara membuat kopi, dan sebagainya.

“Metode-metode ini sangat efektif sekali. Para siswa di tempat saya mengajar sangat antusias sekali dengan metode belajar seperti ini,” ungkapnya saat mengenang ia mengajar.

Buku-buku materi pelajaran yang digunakan, ia membawanya langsung dari Jakarta. Biaya hidup yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp2,5 juta, kata dia, sangat membantu. Biaya hidup yang diberikan tersebut sangat besar baginya, sehingga selain untuk bekal hidup, dapat juga digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah, seperti kamus bahasa Inggris.

Saat yang sangat Ia kenang sekali adalah ketika harus makan dan minum, serta mencuci baju. Ketika ingin makan sayur-sayuran, Ia bisa mengambil dedaunan seperti daun singkong, papaya, labu, kangkung, dan sebagainya di sekitar lokasi tempat tinggal, dimana hal tersebut sangat sulit dilakukan di kota seperti Jakarta. “Kalau makan daging jarang, saya lebih sering makan ikan. Ambil air saya harus menimba dari sumur berjarak 50 meter,” kenangnya sambil tersenyum.

Ibtidaurohma mengatakan hari – hari pertama mengajar pasti terasa berat. Ia berpesan kepada adik – adik yang akan mengikuti program SM3T untuk mempersiapkan mental dengan baik, dan selalu berpikiran positif. “Ketika kita berprilaku baik ke semua orang, pasti orang-orang akan membantu kita. Nikmati apa yang ada dan membaur dengan warga,” pungkasnya.

Sumber: kemendikbud
   
   
loading...
Loading...
loading...

0 Response to "Ibtidaurohma, Bangga Mengikuti Program SM-3T"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung di Pustaka Pandani
Silahkan komentar anda,


Salam

Irfan Dani, S. Pd.Gr