loading...

SM3T UM Peduli Daerah Tertinggal

loading...
Rektor UM, Prof. Dr. H. Soeparno  saat memantau pembekalan SM3T di LANAL Malang, Kamis (14/08)
Rektor UM, Prof. Dr. H. Soeparno saat memantau
pembekalan SM3T di LANAL Malang, Kamis (14/08)
Sukun, MC - Pangkalan Tentara Nasional Angkatan Laut (LANAL) Kota Malang selama dua pekan ke depan mulai hari Kamis (14/08) hingga Selasa (26/8) akan menjadi tempat penggemblengan karakter bagi peserta Program Sarjana Mengajar di Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM3T) Universitas Negeri Malang (UM). Sarjana Mengajar sebanyak 174 orang ini disambut di Pangkalan TNI AL (LANAL) melalui upacara pembukaan prakondisi yang digelar Kamis (14/08).

Rektor UM, Prof. Dr. H. Soeparno mengatakan ini adalah kali keempat UM dipercaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggelar Program SM3T. Menurutnya ini adalah program andalan dengan misi membangun pendidikan di wilayah 3T.


“Tantangan dan permasalahan pendidikan di daerah 3T terutama pada kondisi guru yang sangat kekurangan jumlahnya, karena itulah digagas program ini untuk memberikan layanan pendidikan,” ucap Soeparno, Kamis (14/08).

Selain kurangnya jumlah tenaga guru pada daerah 3T, masalah yang lain adalah distribusi guru yang tidak seimbang, kualifikasi di bawah standar, kompetensi yang rendah, serta ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang diampu.

Karena itulah dalam SM3T ini diharapkan para sarjana mampu mengisi kekosongan tersebut. Diharapkan mereka akan bisa menjadi guru yang rela mengabdi dan inspiratif, sehingga tujuan dari program ini yakni untuk percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T bisa dicapai.

Mengingat daerah yang akan ditempati para sarjana mengajar adalah daerah tertinggal dengan kondisi yang cukup berat yaitu diantaranya di daerah pelosok NTT, Papua Barat, dan Sulawesi Selatan, maka UM membekali mereka dengan kegiatan Prakondisi SM3T di LANAL Kota Malang. Kurang lebih dua minggu para Sarjana Mengajar akan digembleng mulai dari fisik hingga mental. Yang tak kalah penting adalah menyamakan kesamaan pandangan, wawasan, dan sikap, karena peserta dari program ini berasal dari berbagai daerah yang memiliki karakter berbeda-beda.

Mereka juga mendapatkan materi tentang BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), hukum, kondisi sosial budaya, infrastruktur, pendidikan di daerah 3T, wawasan kebangsaan, bela Negara, dan sebagainya. Menurut Soeparno, berdasarkan evaluasi dari pelaksanaan program sebelumnya, kebermanfaatan program ini sangat dirasakan oleh masyarakat sehingga masyarakat pun selalu menanti-nantikan program SM3T UM.

Selain bagi masyarakat, program ini juga akan membawa banyak manfaat bagi peserta, karena selain mendapatkan pengalaman, para peserta juga akan mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Salah satu perhatian tersebut diantaranya pada penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) tahun 2014 ini akan diambil 1.000 alumni SM3T yang telah mengabdikan diri menjadi guru dan akan ditempatkan di daerah 3T.


Sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id
loading...

0 Response to "SM3T UM Peduli Daerah Tertinggal"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung di Pustaka Pandani
Silahkan komentar anda,


Salam

Irfan Dani, S. Pd.Gr