PENGUMUMAN: Terhitung sejak tanggal 2 April 2016, pustaka.pandani.web.id tidak lagi kami update! kerena seluruh update terbaru kami dialihkan kesitus pak.pandani.web.id. Harap dimakulumi.

Prinsip Penggolongan Darah

  • Sistem ABO
Pada darah manusia terdapat dua faktor yang menentukan dalam golongan darah, yaitu aglutinogen dan aglutinin. Aglutinogen (zat anti) merupakan antigen yang terdapat di sel darah merah dan bersifat genetis. Umumnya dikenal tiga jenis aglutinogen, yaitu aglutinogen A dan B, aglutinogen M dan N, dan faktor rhesus (Rh). Berdasarkan keberadaan aglutinogen, penggolongan darah manusia dibedakan menjadi tiga macam, yaitu golongan darah sistem ABO, golongan darah sistem MN, dan golongan darah sistem Rh. Aglutinin merupakan protein plasma yang berfungsi sebagai antibodi. Pada sistem ABO, aglutinin terdiri atas dua macam, yaitu aglutinin α  dan aglutinin β.

Pada tahun 1900 dan 1901 Karl Landsteiner merumuskanpengolongan darah ABO berdasarkan keberadaan aglutinogen dan aglutinin pada darah, yaitu :
a.       Golongan darah A, bila dalam sel darah merahnya mengandung aglutinogen A dan dalam serum atau plasmanya mengandung aglutinin β
b.      Golongan darah B, bila dalam sel darah merahnya mengandung aglutinogen A dan dalam serum atau plasmanya mengandung aglutinin α
c.       Golongan darah AB, bila dalam sel darah merahnya mengandung aglutinogen A dan B, serta dalam serum atau plasmanya tidak mengandung aglutinin
d.      Golongan darah O, bila dalam sel darah merahnya tidak mengandung aglutinogen, sedangkan dalam serum atau plasmanya mengandung aglutinin α dan aglutinin β

  • Sistem MN
Pada tahun 1927, Karl Landsteiner dan P. Levine menemukan antigen baru yang disebut dengan aglutinogen M dan aglutinogen N. Berdasarkan kedua jenis aglutinogen tersebut, menghasilkan tiga macam golongan darah, yaitu, M, N, dan MN. Berbeda dengan golongan darah sistem ABO, pada golongan darah sistem MN, serum atau plasma darah orang tersebut tidak mengandung zat anti- M (aglutini M) dan zat anti N. Karena tidak mempunyai aglutinin tersebut, golongan darah sistem MN tidak penting untuk keperluan transfusi darah akibat tidak adanya bahaya terjadinya penggumpalan darah.


  • Sistem Rh
Golongan darah Rh, singkatan dari kata rhesus (sejenis kera di India), yaitu Macaca rhesus ditemukan oleh Karl Landsteiner dan A.S. Wiener tahun 1940. golongan darah ini dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :
a.       Kelompok orang dengan Rh- positif (disingkat Rh+), merupakan orang yang didalam eritrositnya memiliki aglutinogen Rh
b.      Kelompok orang dengan Rh- negatif (disingkat Rh-), merupakan orang yang di dalam eritrositnya tidak mengandung aglutinogen Rh


Seperti halnya golongan darah ABO, golongan darah Rh mempunyai arti penting dalam klinik. Pada golongan darah sistem Rh, dalam plasma atau serum seseorang, biasanya tidak terdapat agglutinin (anti Rh), tetapi orang dapat dipacu untuk membentuk aglutinin Rh, karena sebagai berikut :
a.    Transfusi darah
Apabila seorang bergolongan darah Rh-),  menerima darah dari orang yang memiliki Rh+ maka plasma dan serum darah orang tersebut distimulus sehingga mambentuk anti Rh
b.    Melalui perkawinan
Apabila seorang perempuan bergolongan darah Rh- menikah dengan orang yang bergolongan darah Rh+  dan mempunyai anak bergolongan darah Rh+ maka pada saat proses melahirkan, aglutinogen pada eritrosit anak sebagian dapat mengalir ke tubuh ibunya melalui plasenta. Dalam kasus ini, darah ibu tersebut dipacu untuk membentuk anti Rh



[Pustaka Pandani]

0 Response to "Prinsip Penggolongan Darah"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung di Pustaka Pandani
Silahkan komentar anda,


Salam

Irfan Dani, S. Pd.Gr