loading...

Berawal di Daerah 3T dan Berakhir di Pulau Siba

loading...
Loading...
Semangat untuk memajukan pendidikan di daerah Tertinggal, Terpencil, dan Terluar (3T) menggebu di hati mereka, sarjana pendidikan yang tergabung dalam program SM-3T. Mendidik anak-anak di wilayah yg serba keterbatasan. Kadang tanpa listrik dan ketiadaan transportasi. Meninggalkan sanak-saudaranya di kampung halaman. Hanya dengan satu semangat, anak-anak di pinggiran Indonesia harus mendapatkan pendidikan yang layak.

Setahun mengabdi, mereka kembali ke kampus untuk menjalani program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pendidikan guru profesional berbasis asrama yang dibiayai oleh Kemdikbud. Pendidikan dengan 1 semester di ruang kelas, dan 1 semester praktek di sekolah-sekolah unggulan.

Kini, selesai sudah pendidikan mereka. Bahagia bercampur sedih terpancar di raut wajah sarjana yang kini menyandang gelar Guru Profesional ini, dalam judisium yang digelar di Digital Library Unimed pada 26 februari yang lalu. Bahagia karena lulus program PPG Unimed angkatan ke-2, dan sedih karena harus berpisah dengan rekan-rekan yang sudah seperti saudara bagi mereka.

Sebagai tanda selesainya PPG SM3T angkatan 2 dan untuk memunculkan kesan diantara sesama peserta, peserta dengan dosen pengampu, maupun peserta dengan Unimed, digelar acara perpisahan di Pulau Siba, Deli Serdang pada 27-28 februari 2015.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd selaku kordinator PPG SM3T Unimed, tim pembina yang juga staf ahli WR 1 Dr. I Wayan Dirgayasa, M.Hum., Dr. Lisyanto, M.T., Dr. Kms. Amin Fauzi, M.Pd., Dr. Zulkifli Matondang, M.T., Dr. Sanusi Hasibuan, M.Kes., Dr. Tarsyad Nugraha, M.Kes. Hadir pula dosen PPG Dr. Hidayat, M.Si., Dr. Arwansyah, M.Si, Dra. Masitowarni Siregar, M.Ed, Indra Hartoyo, S.Pd., M.Hum, Dr. Wisman Hadi, M.Hum., dan Dr. Sarwa, M.T.

Prof. Khairil Ansyari dalam acara ini mengatakan, Unimed membina para mahasiswa PPG SM3T dengan ikhlas dan antusias, karena melalui tangan para guru, Indonesia emas tahun 2045 dapat kita wujudkan. Unimed berperan serius untuk mewujudkan pendidikan yg terbaik. Guru besar FBS ini juga meminta semua peserta SM3T dan PPG membentuk sebuah ikatan alumni, sebagai wadah bertukar pikiran, informasi dan membina kebersamaan yg selama ini telah terbentuk. Alumni PPG diharapkan bersikap profesional dan sensitif terhadap masalah, serta mampu memberikan pemecahan masalah yang konstruktif bagi masyarakat.

“Tunjukkan bahwa Anda layak untuk menyandang gelar Guru Profesional, karena Anda sudah menyandang gelar Gr (red-gelar bagi yang lulus PPG)” ujarnya.

Lebih jauh Prof. Khairil Ansyari mengungkapkan bahwa pada tanggal 1 Maret 2015, Unimed akan memulai program PPG Angkatan ke-III bagi alumni SM-3T dengan peserta sebanyak 267 orang.

Suasana haru pun muncul ketika peserta menyampaikan pesan dan kesan yang didapatkan selama mengikuti program PPG maupun SM-3T.

Ade Putri S.Pd., Gr., seorang peserta putri mengungkapkan, mengikuti SM-3T dan PPG telah memberikan pelajaran hidup yang sangat berharga bagi dirinya. Bahkan ketika tugasnya untuk mengabdi di Kabupaten Simelue (salah satu wilayah 3T) telah selesai, dirinya masih ingin kembali ke wilayah itu. “Dengan ikut SM-3T membuat saya menjadi ketagihan ke Simelue” katanya.

Putri juga meminta agar kekompakan antar mereka tidak longgar meskipun terpisah jarak. Komunikasi harus terus dibangun. Karena mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya bisa tercapai jika kita sama-sama memberikan peran dalam kebersamanan. (Humas Unimed)
loading...

0 Response to "Berawal di Daerah 3T dan Berakhir di Pulau Siba"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung di Pustaka Pandani
Silahkan komentar anda,


Salam

Irfan Dani, S. Pd.Gr

Loading...